<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Motiflection Gift Club</title>
	<atom:link href="http://motiflection.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://motiflection.com</link>
	<description>Kumpulan Penikmat Tulisan dan Souvenir Kontemplatif</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Oct 2011 04:25:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Conqueror</title>
		<link>http://motiflection.com/2011/10/conqueror/</link>
		<comments>http://motiflection.com/2011/10/conqueror/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Oct 2011 04:25:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fekhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi kata]]></category>
		<category><![CDATA[musuh]]></category>
		<category><![CDATA[pejuang]]></category>
		<category><![CDATA[pemenang]]></category>
		<category><![CDATA[penakluk]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motiflection.com/?p=2210</guid>
		<description><![CDATA[&#160; aku adalah pejuang jika ada lawan aku adalah pemenang jika ada musuh ketika keadaan dan dunia menjadi musuh besarku itulah saatnya aku dapat menaklukkannya berpeluang menjadi pemenang hebat jika aku harus mati karenanya maka aku adalah pahlawan besar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">aku adalah pejuang jika ada lawan</p>
<p style="text-align: center;">aku adalah pemenang jika ada musuh</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">ketika keadaan dan dunia menjadi musuh besarku</p>
<p style="text-align: center;">itulah saatnya aku dapat menaklukkannya</p>
<p style="text-align: center;">berpeluang menjadi pemenang hebat</p>
<p style="text-align: center;">jika aku harus mati karenanya</p>
<p style="text-align: center;">maka aku adalah pahlawan besar</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/10/conqueror.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2211" title="conqueror" src="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/10/conqueror-300x201.jpg" alt="" width="522" height="350" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motiflection.com/2011/10/conqueror/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Doa Tanpa Kompensasi</title>
		<link>http://motiflection.com/2011/10/doa-tanpa-kompensasi/</link>
		<comments>http://motiflection.com/2011/10/doa-tanpa-kompensasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 03:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fekhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi kata]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[doa anak]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[terima kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motiflection.com/?p=2202</guid>
		<description><![CDATA[Suatu ketika saya menonton tayangan acara anak yang dimeriahkan oleh dua pembawa acara dari stasiun televisi anak di Indonesia.  Acaranya biasanya dimeriahkan dengan nyanyian-nyanyian, gurauan, dan dongeng fabel dengan menggunakan boneka binatang. Kali itu dongeng yang dibawakan adalah tentang si gajah dan si anjing yang bermimpi dalam tidur.  Singkat cerita, si gajah tidurnya gelisah karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/10/pray-money.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2207" title="pray money" src="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/10/pray-money-289x300.jpg" alt="" width="289" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika saya menonton tayangan acara anak yang dimeriahkan oleh dua pembawa acara dari stasiun televisi anak di Indonesia.  Acaranya biasanya dimeriahkan dengan nyanyian-nyanyian, gurauan, dan dongeng fabel dengan menggunakan boneka binatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kali itu dongeng yang dibawakan adalah tentang si gajah dan si anjing yang bermimpi dalam tidur.  Singkat cerita, si gajah tidurnya gelisah karena bermimpi buruk sementara si anjing merasa senang dalam tidur karena bermimpi indah.  Si anjing berdoa sebelum tidur dan si gajah tidak.  Kesimpulannya setelah si gajah dan anjing bertanya kepada raja hutan (si singa) mengapa si gajah tidak nyenyak tidur sementara anjing berbahagia adalah : harus berdoa sebelum tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">Wah lagi-lagi ilmu spiritual yang menurut saya keliru untuk diperkenalkan kepada anak.  Bagi saya, jika ingin mengajarkan hal-hal baik dengan harapan mendapat kompensasi malah kelak akan memberikan persepsi yang keliru tentang nilai baik itu.  Seperti cerita yang saya tulis di atas, bagi saya kisah tersebut malah merendahkan arti doa itu sendiri.  Doa jadi diibaratkan seperti jimat atau kalimat sakti yang akan berakibat buruk jika tidak dilakukan.  Padahal makna doa jelas lebih dari itu bagi yang sering mengaplikasikan dengan benar.<span id="more-2202"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Respon yang diterima di atas pasti berbeda di setiap anak.  Anak yang cenderung bisa ditakuti akan berdoa karena takut bermimpi buruk.  Anak yang tidak terlalu kritis mungkin akan mengiyakan dan melakukannya karena diajarkan.  Anak yang cuek mungkin cenderung tidak peduli karena tidak merasa mimpi buruk adalah hal yang ditakuti.  Anak yang kritis mungkin akan lebih bertanya-tanya mengapa setelah berdoa dia tetap mimpi dikejar oleh anjing misalnya.  Alhasil tanggapan tentang doa pun jadi beragam dan tidak efektif lagi.  Doa yang dianggap hal yang harus menghasilkan sesuatu menjadi terpental begitu saja di otak anak dan bagi yang tetap tertarik mungkin mereka akan mencari jawaban makna doa dari sumber lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi saya pribadi, doa walaupun sebaiknya dilakukan tetap bukanlah ilmu pasti.  Doa memiliki dimensi yang lebih dalam daripada sekadar ilmu berkata kemudian menerima jawaban.  Tentu bagi kita yang sudah dewasa mulai mengenal banyak metode doa yang kita ketahui dengan berbagai fungsi bagi ketenangan batin.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang dalam mengenalkan doa kepada anak tidak seperti kita berbicara dengan orang dewasa, namun jika harus membuat dongeng yang akhirnya memberikan pemahaman yang melenceng membuat saya waspada.  Jangan-jangan sebagai orang dewasa, saya dan teman-teman pembaca sering juga secara tidak sadar menanamkan nilai moral dengan cara yang bersifat ‘mengancam’ sehingga anak melakukannya dengan rasa takut bukan dengan kesadaran sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bergumul mencari cara yang mudah mengajarkan doa kepada anak, akhirnya saya lebih baik memberitahu makna doa tanpa harus mendongeng.  Saya akan menanamkan makna doa yang dari paling sederhana dulu.  Makna yang dapat diterima oleh logika anak tetapi sekaligus adalah makna yang paling dalam pada sebuah doa, yaitu : berterima kasih (bersyukur).  Ya, jika ia harus berdoa saat masuk kelas, saat makan, hingga tidur artinya ia berterima kasih untuk semua kesempatan dan kegiatan yang dapat ia lakukan.  Berterima kasih untuk semua yang dialami walaupun ia harus melewati hari yang sulit dan tidak menyenangkan sekalipun.  Mengetahui jika apa yang dia harapkan tidak harus selalu terjadi adalah lebih membuat kepribadian anak saya menjadi tangguh dan tidak ‘merepotkan’ Tuhan dengan kerapuhan jiwanya tinimbang mengiming-imingi hadiah dari sebuah doa.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak perlu pamrih dari doa yang dipanjatkan, tak perlu takut bila memang kelupaan berdoa, termasuk jika sedang tak ingin berdoa.  Tak perlu juga diimingi surga dan diancam masuk neraka agar semua doa yang dipanjatkan memang berasal dari kerendahan hati yang alami.  Sederhana saja kan? Sesederhana kalimat anak kecil dalam berdoa yang masih memiliki kemurnian berkomunikasi tanpa ada indikasi ‘menghibur’ Tuhan.   Ya saking sederhananya mungkin kita sendiri yang sudah dewasa sering mengabaikannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motiflection.com/2011/10/doa-tanpa-kompensasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Motiflection : Another 9/11</title>
		<link>http://motiflection.com/2011/09/motiflection-another-911/</link>
		<comments>http://motiflection.com/2011/09/motiflection-another-911/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Sep 2011 01:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fekhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi kata]]></category>
		<category><![CDATA[9/11]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[rencana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motiflection.com/?p=2189</guid>
		<description><![CDATA[9 September 2001 lalu saya serta beberapa rekan kerja sedang rapat dengan pemilik perusahaan tempat saya bekerja.  Rapat itu berlangsung sampai larut malam, sekitar pukul 21.00 sampai 23.00 masih di kantor juga.  Kantor tempat saya bekerja memang seringnya rapat sampai panjanggg dan lamaaa karena materi yang dibahas dari beberapa divisi.  Beberapa keputusan rapat sudah saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2190" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/09/9_11_sign.jpg"><img class="size-medium wp-image-2190" title="9_11_sign" src="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/09/9_11_sign-300x150.jpg" alt="" width="300" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">sumber foto http://www.skeptic.com/eskeptic/06-09-11/</p></div>
<p style="text-align: justify;">9 September 2001 lalu saya serta beberapa rekan kerja sedang rapat dengan pemilik perusahaan tempat saya bekerja.  Rapat itu berlangsung sampai larut malam, sekitar pukul 21.00 sampai 23.00 masih di kantor juga.  Kantor tempat saya bekerja memang seringnya rapat sampai panjanggg dan lamaaa karena materi yang dibahas dari beberapa divisi.  Beberapa keputusan rapat sudah saya catat untuk dilaksanakan di kemudian hari di divisi saya saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kami sudah mulai santai, gosip seputar pekerjaan, tiba-tiba boss saya ditelepon oleh boss dari perusahaan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">“Hah?!  Amerika dibom?!  <em>Twin tower</em> hancur?” pekik boss saya kaget.</p>
<p style="text-align: justify;">Seketika itu juga kami mencari informasi melalui televisi di kantor, dan benar saja, Amerika baru diserang.  Yang kami pikirkan kala itu adalah semua hasil keputusan rapat yang telah kami sepakati sepertinya tidak bisa dijalankan dalam waktu dekat, bahkan ada yang sepertinya harus diubah dan dipikirkan kembali.  Boss saya pun langsung mulai meraba-raba apa yang bakal tersendat pada produk kami dan sedikit banyak pasti ada dampak kepada penjualan.<span id="more-2189"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Walah&#8230;  hasil rapat selama berjam-jam harus lenyap begitu saja karena kami harus menunggu dampak dari kondisi kejadian serangan 9/11 itu.  Jika saya dan teman-teman kala itu harus mengalami kegagalan rencana dan harus menyusun rencana baru lagi, apalagi mereka yang menjadi korban di serangan 9/11 itu.  Para korban dan keluarga korban yang hatinya hancur serta sakit pastinya lebih tidak mudah untuk segera pulih dan merencanakan hal-hal kehidupan selanjutnya.  Tetapi bagaimanapun <em>life must goes on</em> bagi manusia bijak dan normal, jadi untuk terus hidup harus tetap membuat rencana-rencana selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dinamisnya gerak kehidupan memang membuat kita terkadang tidak bisa berpegang pada sebuah rencana yang sudah disusun.  Banyak perubahan yang membuat kita harus segera menyesuaikan diri, merombak, dan itu tidak mudah bagi mereka yang senang pada kehidupan yang serba teratur dan terencana.  Sekarang ini ketika saya disibukkan oleh seorang bayi kerap kali membuat saya harus mengubah banyak rencana dalam sekejap.  Terkadang saya sudah berencana hari ini mau mengerjakan A, B, C harus tertunda karena anak yang kesulitan tidur atau saya yang malah harus istirahat ketika sudah terlalu letih.  Hal itu berlangsung sepanjang hari karena bayi memang tidak bisa diajak kompromi untuk memikirkan rencana.  Daripada menjadi pikiran dan bete, jelas saya mengalah dan mengikuti waktu yang berjalan begitu saja dan fleksibel untuk mengerjakan rencana-rencana yang tertunda atau malah yang harus dibuat baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Seiring pengalaman hidup, saya jadi terbiasa dengan perubahan rencana serta kegagalan rencana.  Ada hal yang memang bisa saya syukuri karena walaupun rencana harus berubah dan gagal ternyata tetap membawa hikmah di masa depannya.  Terkadang juga kalau sudah keluar malasnya, malah sengaja menunda-nunda rencana hingga hancur sendiri (tapi biasanya <em>nyalahin</em> orang hehehe&#8230;).  Ternyata kita tidak akan pernah kekurangan waktu untuk menyusun dan menyelesaikan rencana-rencana. Justru kalau saya ngotot dan malah terpuruk dengan kegagalan dan <em>uring-uringan</em> dengan rencana yang tidak sesuai, malah membuat saya tidak bisa hidup nikmat.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita sudah sering membaca kalimat-kalimat penghiburan seperti, masih ada hari esok, atau juga manusia berencana tetapi Tuhan yang menentukan.  Ada juga yang berprinsip hidup mengalir saja seperti air yang berarti tidak terlalu memaksakan diri untuk hal-hal yang malah menyulitkan kehidupan sendiri akibat perencanaan.  Namun demikian, manusia adalah makhluk perencana agar hidup lebih terarah.  Tetapi ingat manusia pun makhluk penghancur rencana (entah rencana sendiri atau rencana orang), jadi biarlah grafik hidup itu naik turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Grafik kehidupan naik turun masih lebih baik daripada garis lurus atau <em>flat</em> (rata).  Akan banyak kejadian-kejadian 9/11 yang menggempur jadwal serta kehidupan kita di masa-masa mendatang.  Ketika mengalami kejadian 9/11 pertama kita merasa terpuruk ternyata di kemudian hari kita akan menyadari karena kejadian itulah justru kita menjadi manusia yang lebih baik lagi perencanaannya di masa kini.  Demikian juga yang akan terjadi pada kejadian 9/11 berikutnya dalam hidup. Jadi untuk membuat hidup lebih hidup dan tidak rata<strong> tentu penting untuk membuat rencana-rencana hidup, tetapi yang TERLEBIH PENTING lagi adalah tetap membuat rencana-rencana ketika rencana-rencana sebelumnya gagal.  </strong>Dengan begitu, kita tidak terus selamanya menjadi korban 9/11.  Kita pun pasti akan selamat dari kejadian 9/11 dalam hidup kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motiflection.com/2011/09/motiflection-another-911/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Sombong</title>
		<link>http://motiflection.com/2011/08/menjadi-sombong/</link>
		<comments>http://motiflection.com/2011/08/menjadi-sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2011 06:57:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fekhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi kata]]></category>
		<category><![CDATA[kekurangan]]></category>
		<category><![CDATA[kelemahan]]></category>
		<category><![CDATA[motiflection]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motiflection.com/?p=2185</guid>
		<description><![CDATA[tak ada yang patut kusombongkan aku tak punya kelebihan aku tidak kaya, tidak pintar aku punya banyak sifat tak terpuji ternyata ada yang patut kusombongkan : kekuranganku yang kukumandangkan dan selalu kupertahankan Motiflection oleh : Femi Foto : Man looking up at sky, arms outstretched, Peter Scholey]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/08/menjadi-sombong.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2186" title="menjadi sombong" src="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/08/menjadi-sombong-300x225.jpg" alt="" width="357" height="267" /></a></p>
<p>tak ada yang patut kusombongkan<br />
aku tak punya kelebihan<br />
aku tidak kaya, tidak pintar<br />
aku punya banyak sifat tak terpuji<span id="more-2185"></span></p>
<p>ternyata ada yang patut kusombongkan :<br />
kekuranganku<br />
yang kukumandangkan<br />
dan selalu kupertahankan</p>
<p>Motiflection oleh : Femi<br />
Foto : Man looking up at sky, arms outstretched, Peter Scholey</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motiflection.com/2011/08/menjadi-sombong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Weekly Motiflection :  Selamat Tinggal Semangat ‘45</title>
		<link>http://motiflection.com/2011/08/weekly-motiflection-selamat-tinggal-semangat-%e2%80%9845/</link>
		<comments>http://motiflection.com/2011/08/weekly-motiflection-selamat-tinggal-semangat-%e2%80%9845/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 12:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fekhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi kata]]></category>
		<category><![CDATA[17 agustus]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[penjajah]]></category>
		<category><![CDATA[semangat '45]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motiflection.com/?p=2178</guid>
		<description><![CDATA[Ada baiknya untuk tidak selalu mengatakan : Semangat ’45 di zaman sekarang.  Semangat ’45 adalah semangat untu melawan penjajah, dan kita sudah merdeka karenanya.  Jadi tidak sesuai juga jika hingga usia ke-66 negara Republik Indonesia masih menggunakan semangat ’45 dalam tatanan kehidupan bangsa.  Semangat &#8217;45 hanya layak dikenang, bukan digunakan. Lalu, pakai semangat tahun berapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Ada baiknya untuk tidak selalu mengatakan : Semangat ’45 di zaman  sekarang.  Semangat ’45 adalah semangat untu melawan penjajah, dan kita  sudah merdeka karenanya.  Jadi tidak sesuai juga jika hingga usia ke-66  negara Republik Indonesia masih menggunakan semangat ’45 dalam tatanan  kehidupan bangsa.  Semangat &#8217;45 hanya layak dikenang, bukan digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, pakai semangat tahun berapa dong?  Ya, terserah!  Semakin baru tahunnya, maka semakin baru semangatnya dalam mengisi kemerdekaan.  Kalau saya pribadi, ya jelas menggunakan :  Semangat 2011 biar Indonesia bisa sejajar dengan negara lainnya.  Jelas Indonesia dan penduduknya punya segalanya seperti bangsa maju lainnya, tapi mengapa tetap dipandang sebagai negara ‘aneh’ oleh penghuninya sendiri?  Ya mungkin karena tetap berpandangan sempit, tidak berkembang, dan terbatas seolah-olah negara kita kondisinya masih seperti di tahun 1945.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi saya sendiri, semangat 2011 adalah semangat kemandirian untuk terus maju dan berkarya sebagai penduduk Indonesia.  Jadi, saya sebaiknya tidak perlu terus menyalahkan atau kecewa dengan pemerintah, tidak perlu juga merasa pesimis jika sistem di negara kita tidak mendukung saya (atau juga Anda) sebagai penduduknya.  Semangat 2011 berarti tetap maju dan optimis terhadap kehidupan tanpa harus menunggu perubahan dari negara Indonesia menjadi negara super.<span id="more-2178"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Yang jelas jika kita menggunakan semangat 2011, maka kita benar-benar akan merasa merdeka.  Kita tidak akan sering mengeluh jika kita masih dijajah kemiskinan, dijajah kebodohan, dijajah koruptor, ah&#8230; peduli amat siapa mereka!  Saya dan Anda pribadi sudah merdeka dari pengaruh mereka semua jika menggunakan semangat baru setiap tahunnya.  Saya dan Anda bisa berkembang secara pribadi dengan bebas dalam mengharumkan nama bangsa tanpa harus mengikat diri dengan sistem yang salah.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin jika semuanya sudah terus melangkah dari semangat ’45 hingga semangat tahun-tahun berikutnya, maka semua tatanan kehidupan penduduk hingga mereka yang duduk di pemerintahan akan selaras.  Mungkinkah?  Kita tidak pernah tahu jika kita tidak terus bersemangat baru.  Seiring dengan nafas semangat 2011, sudah seharusnya kita mengatakan keselarasan, keharmonisan, dan kemakmuran bisa terjadi. Setidaknya di dalam kehidupan diri kita sendiri dan lingkungan kita dulu.  Jadi, tetap <em>semangkaaa</em>&#8230; eh semangat!</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/08/Logo-66-Tahun-Indonesia-Merdeka.jpg"><img class="size-medium wp-image-2179" title="Logo 66 Tahun Indonesia Merdeka" src="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/08/Logo-66-Tahun-Indonesia-Merdeka-300x298.jpg" alt="" width="300" height="298" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motiflection.com/2011/08/weekly-motiflection-selamat-tinggal-semangat-%e2%80%9845/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Terang</title>
		<link>http://motiflection.com/2011/08/menjadi-terang/</link>
		<comments>http://motiflection.com/2011/08/menjadi-terang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 04:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fekhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi kata]]></category>
		<category><![CDATA[benar]]></category>
		<category><![CDATA[motiflection]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[sinar]]></category>
		<category><![CDATA[terang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motiflection.com/?p=2172</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Menjadi benar Bukan dengan mencari kesalahan Tapi berbuat benar Menjadi kuat Bukan dengan menindas Tapi melindungi Mengusung cinta Bukan dengan membenci Tapi mengasihi Membawa damai Bukan dengan berperang Tapi berjuang Menjadi terang Bukan dengan membakar Tapi bersinar]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/08/menjadi-terang.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-2173" title="menjadi terang" src="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/08/menjadi-terang-225x300.jpg" alt="" width="316" height="422" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;">Menjadi benar<br />
Bukan dengan mencari kesalahan<br />
Tapi berbuat benar</p>
<p style="text-align: center;">Menjadi kuat<br />
Bukan dengan menindas<br />
Tapi melindungi<br />
<span id="more-2172"></span><br />
Mengusung cinta<br />
Bukan dengan membenci<br />
Tapi mengasihi</p>
<p style="text-align: center;">Membawa damai<br />
Bukan dengan berperang<br />
Tapi berjuang</p>
<p style="text-align: center;">Menjadi terang<br />
Bukan dengan membakar<br />
Tapi bersinar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motiflection.com/2011/08/menjadi-terang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih, Tikus</title>
		<link>http://motiflection.com/2011/03/terima-kasih-tikus/</link>
		<comments>http://motiflection.com/2011/03/terima-kasih-tikus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 23:24:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fekhi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berbagi kata]]></category>
		<category><![CDATA[freelance]]></category>
		<category><![CDATA[mustahil]]></category>
		<category><![CDATA[pantang menyerah]]></category>
		<category><![CDATA[pekerjaan]]></category>
		<category><![CDATA[putus asa]]></category>
		<category><![CDATA[rajin]]></category>
		<category><![CDATA[tikus]]></category>
		<category><![CDATA[usaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://motiflection.com/?p=2163</guid>
		<description><![CDATA[Tikus, walaupun saya sebal dengan hewan satu ini tetapi akhirnya saya harus mengakui kehebatannya.  Saya salut dengan hewan kecil (yang lucu) ini dan akhirnya ditemplak untuk bisa menirunya.  Kok ? &#160; Tidak usah bingung, karena setelah saya googling, dengan rendah hati dan berat hati juga (hehehe…) saya harus menerima dengan lapang dada jika tikus itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tikus, walaupun saya sebal dengan hewan satu ini tetapi akhirnya saya harus mengakui kehebatannya.  Saya salut dengan hewan kecil (<del>yang lucu</del>) ini dan akhirnya ditemplak untuk bisa menirunya.  Kok ?</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<div id="attachment_2165" class="wp-caption aligncenter" style="width: 236px"><a href="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/03/tikus1.jpg"><img class="size-full wp-image-2165" title="tikus" src="http://motiflection.com/wp-content/uploads/2011/03/tikus1.jpg" alt="" width="226" height="223" /></a><p class="wp-caption-text">http://www.clker.com/clipart-simple-cartoon-mouse-2.html</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tidak usah bingung, karena setelah saya<em> googling</em>, dengan rendah hati dan berat hati juga (hehehe…) saya harus menerima dengan lapang dada jika tikus itu termasuk <a href="http://www.suaramedia.com/dunia-teknologi/sains/23706-hewan-hewan-terpintar-di-dunia.html">sepuluh hewan tercerdas yang pernah hidup di dunia</a>.  Jadi, kenapa tidak belajar darinya?  Dia ternyata tidak sejijik yang saya kira setelah tahu apa kelebihannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Huh… daripada saya ditimpuk karena memuji seekor tikus, baiklah saya langsung berkisah mengapa saya jadi malu dengan tikus.  Begini… (<em>jrengggg</em>… tenang bukan adegan atau kisah yang menjijikan kok…), saya sudah menempati rumah kontrakan ini setahun lebih.  Saya agak takjub karena di rumah ini bebas dari tikus yang menyusup ke dalam rumah.  Berbeda jauh dengan rumah kontrakan saya sebelumnya yang nyaris setiap hari pasti ada tikus berpesta di halaman belakang dan sering juga nyasar di ruang tengah mencari tempat persembunyian.<span id="more-2163"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ya, pokoknya saya tenanglah di rumah ini karena tidak perlu cemas dengan tingkah gerilya tikus.  Jadi makanan dan sampah makanan tidak pernah diacak-acak.  Tetapi apakah benar ada rumah bebas tikus?  Sebenarnya tidak! Namun rumah ini sudah dibuat sedemikian rupa agar tikus sulit masuk.  Semua lobang selokan ditutup dengan batu-batu yang berat.  Saya kadang suka mendengar suara berisik di bawah saluran cuci piring yang juga sudah ditutup dengan keramik yang berat serta rapat.  Saya membayangkan pasti tikus yang ada di dalam selokan itu bete berat karena tidak bisa menembus pintu batu yang memisahkan antara dia dan bau-bau sampah makanan yang sedap bagi dirinya.  <em>Fiuhhh</em>… saya lega jadinya, karena tidak ada akses buat tikus untuk masuk.</p>
<p style="text-align: justify;">Masak sih tidak bisa masuk?  Yaaa… setelah saya sedikit mengenal sifat tikus, saya sih percaya diri jika tikus tidak akan masuk dari pintu-pintu lebar yang terbuka menganga dengan orang yang ada di dalamnya.  Jadi tikus tidak pernah masuk dari pintu depan kecuali tikus itu memang sudah merencanakan untuk <em>hara-kiri</em>.  Lagian godaan dari pintu depan itu sangat sedikit mengingat semua tong sampah perumahan ini ada di jalanan semua. Jadi lebih baik ia berpesta dalam kegelapan tong sampah tinimbang masuk ke rumah yang terang dengan penjagaan ketat.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, masak sih masih tidak bisa masuk?  Setahun saya meyakini hal itu, tetapi sekarang sudah tidak!  Beberapa hari yang lalu, saya terkejut ketika melihat pipa saluran air tempat cuci piring di tempat saya sudah bolong sedikit di bagian bawahnya!  Walaupun bolongnya tidak besar tetapi saya tahu itu lobang yang cukup untuk dimasuki tikus ukuran kecil hingga sedang (asal bukan yang gendut!).  Bolong oleh gigitan yang khas, ya siapa lagi kalau bukan dia, tikus!  Ternyata eh ternyataaa… selama ini tikus yang berdecit-decit di bawah selokan itu punya agenda khusus untuk menembus rintangan apapun yang ada.</p>
<p style="text-align: justify;">Tikus-tikus itu ternyata memiliki daya analisa yang baik serta daya juang yang hebat.  Benda sekeras apapun bisa dicacah oleh giginya demi tercapainya tujuan.  Satu hal yang dulu saya rasa mustahil bagi tikus untuk melubangi pipa yang keras ternyata terjadi!  Entah berapa lama tikus itu melakukannya, yang jelas itu terjadi perlahan-lahan namun pasti.  Sekarang saya sedang mencari akal untuk menutupi lobang itu sementara dengan batu pemberat.  Tetapi saya juga pernah melihat jika tikus dengan perlahan-lahan dan usaha berhari-hari mampu menggeser posisi batu pemberat hingga terbentuk celah baginya untuk mengintip dan masuk ke dalam rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sampai berimajinasi, jangan-jangan jika rumah modern sudah menggunakan semua pipa atau alat dari bajapun lama-lama akan membuat tikus lebih pandai.  Proses evolusinya akan membuat volume otak dan tingkat keterampilan serta struktur gigi yang lebih kuat untuk menembus besi hehehe&#8230;  Eh… tapi bisa jadi kan?!  (#eh iya kan?).</p>
<p style="text-align: justify;">Ya… sudahlah!  Yang jelas saya sedini mungkin mencegah apapun yang bisa saya lakukan dulu.  Tetapi berkat kejadian pipa bolong yang digigit tikus itu membuat pikiran saya jadi terbuka bila <strong><em>benar-benar tidak ada yang tidak membuahkan hasil jika semua kegiatan dilakukan dengan tidak berputus asa.  Sesuatu yang nyaris mustahil pun ternyata bisa terjadi dengan usaha keras, analisa serta evaluasi diri yang semakin membaik dan tajam.</em></strong> Buktinya ya tikus itu!</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak melebih-lebihkan kisah jika saya belajar dari tikus, sungguh!  Beberapa hari kemudian setelah saya masih tergiang-ngiang dengan sifat tikus yang tidak putus asa itu, saya  kebetulan sedang iseng menjelajah situs-situs <em>freelancer</em> dari luar negeri.  Dari beberapa situs tersebut ada yang menggoda saya akhirnya untuk coba mendaftar sebagai anggota <em>freelancer</em> di salah satu situs yang menurut saya paling profesional pelayanannya. Saking profesionalnya waktu untuk mendaftarnya saja perlu waktu yang cukup lamaaaa… Berbeda dengan hanya mendaftar email baru di internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan saya mencari-cari pekerjaan lepas sebenarnya hanya mencoba saja, selain itu saya ingin kembali membiasakan diri menulis serta berkomunikasi dalam bahasa Inggris.  Nah yang buat saya agak semaput ternyata setelah mendaftar, saya juga harus menghadapi test secara <em>online</em>.  Walah… dari iseng kok ya jadi serius begini, pikir saya.  Tetapi setelah saya lihat soal-soal yang ditanyakan hanya 10 dan semua soal dikasih tautan bacaan agar saya bisa mencari jawabannya, maka saya akhirnya maju tak gentar.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bisa lulus test jika hanya membuat dua kesalahan dari sepuluh pertanyaan.  Masih berpikir apakah saya bisa, tapi saya lanjutkan saja.  Pertanyaan-pertanyaan yang diberi saya coba jawab, tetapi ternyata walaupun sudah diberi bocoran bacaan untuk jawaban tetap saja tidak mudah.  Yang membuat tidak mudah karena saya harus membaca semua bacaan itu dalam bahasa asing yang praktis tidak bisa dibaca dengan sekali lewat saja seperti membaca inti kalimat dalam bahasa Indonesia.  Ada beberapa soal yang akhirnya saya jawab dengan menebak-nebak saja karena masih bingung dengan istilah serta isi bacaan yang disodorkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah semua soal saya jawab, ternyata saya tidak lulus test huhuhu…  Saya melakukan 4 kesalahan.  Tetapi ternyata saya boleh test ulang dan langsung dengan rasa penasaran saya coba sekali lagi.  Soal yang diberikan tidak sama dengan yang pertama, tetapi ada beberapa yang sama.  Lagipula situs tersebut baik hati memberitahu di mana soal-soal yang saya jawab dengan salah, sehingga jika soal itu keluar lagi saya sudah tahu mana jawaban yang benar.  Test kedua masih membuat saya berkutat dengan bacaan-bacaan yang walaupun singkat tapi cukup makan waktu untuk mencari jawabannya.  Dan test kedua saya lalui dengan tidak lulus lagiiii…! Grrrr….!!! Masih 4 kesalahan!  Saya pun sudah mulai berpikir untuk tidak memperdulikan pendaftaran saya tadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi saya masih <em>penasarandotcom</em> ceritanya, dan saya coba lagi!  Ini test ketiga, dan soal-soal yang keluar ternyata masih membuat otak saya mumet walaupun ada beberapa soal yang sudah diulang yang cukup membantu saya.  Sembari mencari jawaban, saya juga berpikir ini yang terakhir untuk saya.  Kalau tidak lulus ya sudah, toh saya masih bisa coba situs lainnya walaupun situs lain masih kurang bagus kualitasnya.  Dan ternyata… saya masih tidak lulus! Huhuhu… <img src='http://motiflection.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />   Rasa penasaran saya lenyap seketika, yang ada hanya mau menyerah dan berhenti saja atau mendaftar di situs lain yang lebih mudah tahapannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sanalah saya teringat si tikus dalam selokan di bawah tempat cuci piring saya.  Saya pun terpacu dan berpikir, mengapa saya harus menyerah dengan hal semudah itu?  Toh saya tidak rugi mengambil test ini, karena saya melatih ketrampilan membaca cepat lagi dalam bahasa Inggris.  Soal-soal yang diberipun memang sesuatu yang harus saya pahami sungguh-sungguh (karena soal-soal yang diajukan adalah seputar peraturan-peraturan yang harus saya pahami sebagai <em>freelance</em> di sana).  Bagaimanapun saya harus bisa melaluinya jika saya ingin bekerja dengan baik. Jika saya tidak pernah mau mencoba untuk memulai lagi dengan baik dan benar bagaimana saya bisa menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang ditawarkan yang tingkat bahasanya lebih<em> njlimet</em>?</p>
<p style="text-align: justify;">Tikus yang terngiang-ngiang di pikiran itu membuat saya kembali mencoba test keempat, dan saya lulus dengan angka sempurna, tanpa kesalahan, 100!!! Horeee…!  Rasanya senang sekali walaupun ini baru awal, baru celah atau lobang kecil yang saya tembus.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mungkin sudah seperti tikus yang bete melihat penghalang yang ada, tetapi saya kembali belajar dari tikus yang tidak pantang mundur dan terus berusaha walaupun terlihat sulit dan mustahil.  Bayangkan jika saya sudah putus asa di test ketiga!    Mungkin pipa itu tidak bisa bolong dan saya tidak memiliki celah untuk memperoleh kesempatan-kesempatan yang lebih baik dan menggiurkan di depan mata.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://motiflection.com/2011/03/terima-kasih-tikus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

